Minggu, 21 Desember 2014

Kord Gitar Iwan Fas- Galang Rambu Anarkis



Galang Rambu Anarkis Chord
Intro : A D A
        E A

A            D   A  E   A
Galang rambu anarki anakku
     D         A  E           A
Lahir awal januari menjelang pemilu
A            D   A  E     A
Galang rambu anarki dengarlah
 D            A      E      A
Terompet tahun baru menyambutmu

E A...

A            D   A  E   A
Galang rambu anarki ingatlah
    D          A    E    D
Tangisan pertamamu ditandai bbm
E              A
Membumbung tinggi (melambung)

Reff
E
Maafkan kedua orangtuamu
 D       E          A
Kalau tak mampu beli susu
D       A
Bbm naik tinggi
 E           A   
Susu tak terbeli
     D            A
orang pintar tarik subsidi
       E           A
Mungkin bayi kurang gizi (anak kami)

A            D   A  E   A
Galang rambu anarki anakku

 A         C#m      D E
Cepatlah besar matahariku
 F#m           E              D7 E
Menangis yang keras, janganlah ragu
  A            C#m       D        E
Tinjulah congkaknya dunia buah hatiku
   F#m       E A
Doa kami di nadimu

Int. D E F#m E
     D A G F#m F E A
     G F#m F E A
     E A E A

Belum ada judul Iwan Fals Chord Gitar



Belum ada judul Iwan Fals Chord Gitar
Lagu  dan  kord  gitar  “  belum  ada  judul  “
Artis  “  iwan  fals  “
intro
G  c  g  c  g
G  d/f  em
Pernah  kita  sama-sama  susah
C  d
Terperangkap  di  dingin  malam
G  d/f  em
Terjerumus  dalam  lubang  jalanan
C  d
Digilas  kaki  sang  waktu  yang  sombong
Em  c  d  g
Terjerat  mimpi  yang  indah
Lelah
G  d/f  em
Pernah  kita  sama-sama  rasakan
C  d
Panasnya  mentari  hanguskan  hati
G  d/f  em
Sampai  saat  kita  nyaris  tak  percaya
C  d
Bahwa  roda  nasib  memang  berputar
Em  c  d  g
Sahabat  masih  ingatkah
Kau
Am  g  f  em
Sementara  hari  terus  berganti
Am  g  f  em
Engkau  pergi  dengan  dendam  membara
D
Di  hati
Int  g  d/f  c
G  b  c
G  d/f  em  c  d
G  d/f  em
Cukup  lama  aku  jalan  sendiri
C  d
Tanpa  teman  yang  sanggup  mengerti
G  d/f  em
Hingga  saat  kita  jumpa  hari  ini
C  d
Tajamnya  matamu  tikam  jiwaku
Em  c  d  g
Kau  tampar  bangkitkan  aku
Sobat
Ending  g  d/f  em  c  d  2x  c  g

Sabtu, 20 Desember 2014

PEMANFAATAN BIOETHANOL SEBAGAI UPAYA UNTUK MENYELAMATKAN BUMI




PEMANFAATAN BIOETHANOL SEBAGAI UPAYA UNTUK MENYELAMATKAN BUMI
            Meningkatnya jumlah penduduk di Indonesia menyebabkan meningkat pula jumlah penggunaan bahan bakar, terutama bensin dan solar yang digunakan untuk aktivitas transfortasi. Saat ini Indonesia mengalami krisis energi yang diakibatkan oleh meningkatnya jumlah penggunaan bahan bakar fosil. Salah satu penyebabnya yaitu terlalu besar ketergantungan penyediaan energi Indonesia pada bahan bakar fosil. Sebagian besar energi yang dieksploitasi di Indonesia berasal dari energi fosil seperti minyak bumi dan batu bara. Meskipun Indonesia salah satu Negara penghasil batu bara, minyak bumi dan gas alam, namun dengan berkurangnya bahan bakar fosil akibat penggunaan yang berlebih menyebabkan harga bahan bakar naik dan kualitas kesehatan lingkungan menurun.
            Penggunaan bahan bakar fosil yang berlebih tidak hanya berdampak pada berkurangnya cadangan bahan bakar, tetapi juga berdampak pada kondisi alam dan dapat dirasakan dampaknya oleh makhluk hidup yang ada di bumi. Kondisi bumi saat ini sungguh sangat memprihatinkan, bumi kita sedang terluka. Disadari atau tidak fenomena pemanasan global yang diakibatkan dari penggunaan bahan bakar fosil yang berlebih itu akibat dari ulah aktivitas manusia. Jutaan industri dan kendaraan bermotor mengeluarkan gas-gas polutan dan CO2 ke atmosfer.
Sangat terlihat dampaknya terhadap lingkungan udara, seperti di daerah perkotaan yang padat penduduknya. Udara sudah tercemar karena tinggi nya aktivitas trasfortasi yang menggunakan bahan bakar fosil. Selain itu, berdampak pula terhadap lingkungan air. Air yang terbuang dari jalan raya apabila terbawa air hujan akan mengandung bocoran bahan bakar dan larutan dari pencemaran udara yang terbawa oleh air hujan, sehingga berdampak pula terhadap kesehatan makhluk hidup.
Melihat permasalahan tersebut harus ada penanganan yang lebih terarah, salah satu solusinya yaitu dengan memanfaatkan biomassa yang ramah lingkungan dan tidak membahayakan bagi makhluk hidup dan ekosistem di dalamnya. Seperti bioethanol yang diolah dari fermentasi jerami padi. Bioetanol merupakan etanol (etil alkohol) yang proses produksinya menggunakan bahan baku alami dan proses biologis, berbeda dengan etanol sintetik yang diperoleh dari sintesis kimiawi senyawa hidrokarbon. Sangat erat kaitannya dengan kondisi alam saat ini yang butuh perhatian khusus agar kerusakan alam tidak semakin parah. Boiethanol bisa membantu menanggulangi kerusakan alam, seperti mengurangi polusi udara dan efek rumah kaca, karena bioethanol dapat digunakan dalam jangka waktu panjang, dapat diperbaharui, bersifat abadi dan ramah lingkungan. Bioethanol dikatakan ramah lingkungan karena dapat mengurangi emisi karbon monoksida serta asap dan partikel yang dikeluarkannya pun lebih rendah. Bioethanol itu sendiri dihasilkan dari fermentasi selulosa hasil hidrolisis jerami padi. Untuk mendapatkan jerami padi yang diolah menjadi biethanol sangatlah mudah, karena Indonesia terkenal dengan negara agraris sehingga mayoritas masyarakat Indonesia terutama di kota Cianjur bercocok tanam padi. Oleh karena itu, untuk memperoleh jerami padi dalam jumlah banyak bisa dengan memanfaatkan jerami padi yang ada.
Jerami padi tersebut bisa diolah menjadi bioethanol sebagai alternatif bahan bakar fosil melalui beberapa tahap. Pertama pilihlah jerami padi yang masih segar atau bisa juga yang baru dipanen, lalu dicacah-cacah dengan mesin penggiling supaya halus, setelah halus masuk ketahap pretreatment yaitu membuka permukaan lignin dengan cara direndam didalam wadah besar dengan menggunakan bahan kimia, bisa juga menggunakan air kapur dan direndam selama 1-2 minggu atau dengan cara ditekan dan dipanaskan secara cepat dengan uap panas. Setelah lignin lunak, jerami dihidrolisis dengan menggunakan asam atau pun dengan enzim. Hidrolisis asam menggunakan H2SO4 encer, jerami tersebut dimasak dengan asam dalam suhu dan tekanan tinggi. Sedangkan hidrolisis dengan enzim menggunakan enzim selulase. Cairan hasil hidrolisis dengan asam memiliki PH yang sangat rendah sehingga harus dinetralkan dan didetoksifikasi sebelum difermentasi menjadi ethanol. Selanjutnya proses fermentasi hidrolisis baik selulosa maupun asam dengan menggunakan ragi roti (yeast). Setelah tahap fermentasi selesai, masuk ketahap furifikasi ethanol meliputi distilasi dan dehidrasi. Pada tahap distilasi yaitu meningkatkan kandungan ethanol menjadi 95 %, sisa air yang masih ada dihilangkan dengan proses dehidrasi hingga kandungan ethanol mencapai 99,5 %. Setelah itu, ethanol siap untuk di gunakan dan dimanfaatkan.
Dapat ditarik kesimpulan bahwa penggunaan bahan bakar fosil yang berlebih mengakibatkan semakin berkurangnya cadangan bahan bakar fosil dan menurunnya kualitas kesehatan lingkungan. Salah satu cara untuk menyelamatkan bumi kita dari keruskan lingkungan, yaitu dengan cara memanfaatkan jerami padi yang diolah menjadi bioethanol. Dengan adanya bioethanol yang dapat digunakan sebagai alternatif bahan bakar fosil yang ramah lingkungan, karena dapat mengurangi emisi gas karbon monoksida serta asap dan partikel yang dikeluarkannya pun lebih rendah jika di banding bahan bakar fosil. Bioethanol juga tidak hanya berguna sebagai pengganti solar tetapi juga bisa digunakan sebagai pengganti minyak tanah atau gas untuk memasak.